A. TUJUAN & SASARAN :

  1. Menjadi mitra penemuan dan pengembangan talenta berdasarkan keunikan (kekuatan) diri.
  2. Melakukan Special Consultation untuk mengerucutkan hasil penemuan diri dan membuat pemetaan diri (Personal Profile Mapping).
  3. Melakukan Special Coaching terstruktur dan berkesinambungan melalui pendekatan 50 karakter kepemimpinan (50 Leadership Skill Through Character) dan 12 kecerdasan manusia unggul (12 Quotient for Success).

B. PROGRAM 

  1. Pemetaan Talenta Pribadi (Personal Talents Mapping) dengan menggunakan seperangkat alat tes yang terdiri dari Fotokarakter, Emotional Quotient (EQ), Intellingence Quotients(IQ), Spiritual Quotient (SQ), Adversity Quotient (AQ), Special Ability (SA) dan Personal Experience (PE). (Talents Mapping)
  2. Cognitive Behavior Therapy – untuk mengatasi titik kritis diri. (Minimize Critical Point)
  3. Special Coaching one on one / group – untuk melatih secara intensif pengembangan diri yang terfokus. (Intensive Coaching)
  4. Final Recommendation – membuat resume hasil pelatihan secara pribadi dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan diri dalam aspek studi, karir/pekerjaan, keluarga, dan lain-lain. (Recommendation for Future).

 C. MATERI

Materi pengembangan diri dikemas dalam sistem paket. Berikut serangkaian paket pengembangan diri :

1. Basic Level (usia sebelum 30 tahun)

Materi : Planning Future – Character Management – Time Management – Maximum Creativity – Critical Thinking – Priority Action – Self Management – Self Great Motivation – Decision Making – Excellent Collaborative –  Great Mentality – The Meaningful Relationship.

Paket Penilaian diri (Personal Talents Mapping) : Fotokarakter – Emotional Quotient – Special Ability – Adversity Quotint – Workbook Goal Setting Workshop – Spiritual Quotient.

2. Intermediate Level (usia sebelum 40 tahun)

Materi : Planning Future – Character Management – Right Direction – Life Management – Maximum Creativity – Critical Thinking – Decision Making – Excellent Collaborative –  Great Mentality – The Meaningful Relationship – Build inner Motivation – A Great Persuation – Publication Skill – Management Conflick – Project Management – Forecasting & Budgeting – Service Excellent – Building Team.

Paket Penilaian diri (Personal Talents Mapping) : Fotokarakter – Emotional Quotient – Special Ability – Adversity Quotint – Workbook Goal Setting Workshop – Spiritual Quotient.

3. Advance Level (usia sebelum 60 tahun)

Materi : Transformation Management – Legacy Management – Finishing Well Management.

Paket Penilaian diri (Personal Talents Mapping) : Fotokarakter – Emotional Quotient – Special Ability – Adversity Quotint – Workbook Goal Setting Workshop – Spiritual Quotient.

D. SISTEM 

Sekolah ini mengedepankan teknik Coaching yang sangat personal yakni pendekatan solusi untuk mengatasi titik kritis diri dan pengembangan kekuatan diri. Diselingi dengan konseling dan training.

Sekolah diselenggarakan dengan Sistem Reguler (3 bulan) dalam suasana yang rileks & menyenangkan. Dengan metode tatap muka 1x seminggu (12 kali tatap muka).

Dilaksanakan dalam kelas – Mini Group (3-5 orang).

 

 

E. FASILITAS

Fasilitas : Ruang Coaching, Modul-modul Pengembangan Diri, Personal Talents Mapping & Gathering Moment.

F. COACH TEAM

Program ini diasuh oleh tim yang memiliki sertifikat keahlian di bidang Perilaku Manusia (Certified Behavior Consultant – CBC) yang telah memiliki pengalaman melakukan Coaching, Training dan Counseling kepada ribuan orang dari berbagai latar belakang usia, pendidikan dan profesi.

 

 

 

 

Further Information : (+62) 812 8403 4622

 

CERDAS & CERDIK – Santoso S. Hutabarat, S.Si, M.Th, CBC, CLS

TAHUKAN ANDA PERBEDAAN ANTARA CERDAS DENGAN CERDIK? Cerdas adalah satu kemampuan berpikir tentang pengetahuan (Knowledge). Disebut juga intelektual. Sedangkan Cerdik adalah bagaimana merealisasikan kecerdasan dalam kehidupan sehari-hari. Disebut juga dengan hikmat. Ternyata dari hasil survei bahwa para pembuat sejarah dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya Nelson Mandela (Pejuang Anti Apertheid di Afrika Selatan), Albert Einstein (Penemu Teori Relativitas- Fisika) dan Bill Gates (Penemu Microsoft Programe – menjadi orang terkaya di dunia) selalu berpikir dan bertindak secara unik dan diluar kebiasaan namun selalu mencetak nilai sukses dan buah karya yang sangat berguna bagi banyak orang. Ada kalimat bijak seperti ini, “Orang pintar adalah orang yang dapat menyederhanakan sesuatu yang rumit melalui ide pikiran dan buah karyanya.”. Seorang pakar bukanlah seorang yang bangga dapat mempresentasikan konsep demi konsep kehidupan dengan bahasa verbal dan non verbal yang rumit kepada orang lain. Tetapi seharusnya seorang pakar berperilaku sebaliknya.

Bagaimana dengan Anda? Yang pasti setiap orang diciptakan sempurna dalam potensi suksesnya. Artinya setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi seorang yang cerdas dan cerdik. Yang terutama adalah bagaimana menjadi orang Cerdik. Nah, untuk menjadi cerdik Anda harus belajar menjadi cerdas karena kecerdasan menjadi dasar untuk Anda mampu bertindak dengan cerdik atau selalu penuh hikmat dalam setiap keputusan Anda. Secara sederhana indikator orang cerdik adalah selalu melakukan (berusaha untuk menjadi teladan – Role Model) apa yang dia yakini dengan konsep kebenaran, untuk ditunjukkan bukan sekedar dengan tindakan tetapi sudah menjadi gaya hidupnya (Life style) dan akhirnya menjadi kebudayaan dirinnya (Culture). 

Seorang yang cerdas dan cerdik adalah seorang Role Model atau The Agent of Change. Bagaimana untuk dapat menjadi Role Model? Perhatikan struktur proses menuju manusia cerdik disamping ini :

  • Untuk menjadi seorang cerdas haruslah memiliki pengetahuan yang baik dan benar (memiliki dasar teori).
  • Untuk menjadi seorang yang cerdik haruslah memiliki keinginan yang kuat untuk  menjadi pelaku dari teori atau konsep yang diyakininya secara berkesinambungan. Ketika Anda menjadi pelaku yang setia maka Anda tentu memiliki pengalaman yang banyak. Pengalaman yang baik dari diri Anda akan berpengaruh dalam keputusan Anda untuk bertindak dengan akurat (A great wisdom).
  • Seorang Role Model telah memiliki pengalaman dan hikmat yang dewasa sehingga dia layak menjadi seorang yang disebut pengubah sejarah berkualitas. Dialah seorang yang cerdik.

Anda adalah orang yang memiliki kesempatan untuk menjadi pengubah sejarah dunia yakni dunia yang menjadi lebih baik dari sekarang. Anda adalah orang yang dirancang untuk melakukan perubahan yang selalu baik dan bukan sebaliknya karena genetik manusia adalah di-setting up – oleh Sang Pencipta hanya untuk melayani diri-Nya, bukan melayani keegoisan. Indonesia membutuuhkan orang-orang yang cerdas dan cerdik penuh hikmat untuk membangun bangsa Ini. Salam Cerdas dan Cerdik.

(Penulis : Santoso S. Hutabarat, S.Si, M.Th, CBC, CLS – dukungan berbagai literatur – Supported by Power Character and JE).

 

Layanan Training 12 Quotients for Success : IC7 ACADEMY – Mobile : + 62 812 8403 4622

 

KONSULTAN PERTAMA DI SAAT KRISIS

Semua orang memerlukan teman atau sahabat. Ketika seseorang sudah menjadi teman atau sahabat maka hubungan formal dalam lembaga apapun akan menjadi kuat dan harmonis sehingga produktivitas akan semakin meningkat secara langgeng. Data dari Bilangan Research Center di tahun 2018, secara nasional menunjukkan realitas pada saat krisis datang di kalangan generasi muda, semua orang membutuhkan orang lain yang bukan hanya sebatas jabatan formal tetapi hubungan yang dalam secara emosi. Orang tua menjadi konsultan pertama pada saat krisis menerpa (43,10%), disusul teman atau sahabat (28,90%). Peran mentor sebagai konsultan pertama adalah 4,0%. Mengapa demikian?

Ada satu studi pemahaman tentang peran mentor/coach yang sukses yakni dimana seorang mentor/coach melepaskan ‘jas formalitas’ nya dengan ‘pakaian santai informal’ ketika menghadapi clientnya yakni terjadi relasi informal yang rileks tetapi mampu mengakomodir keluh kesah, rintangan dan tantangan yang dihadapi mentee/orang yang di-coaching dan bahkan memberikan saran yang mudah diterima dan dilaksanakan. Di dalamnya ada ‘personal expression’ seseorang yang apa adanya dan diterima tanpa syarat oleh seorang coach/mentor. Jikalau di rumah ayah dan ibu menjadi konsultan pertama di saat krisis, bagaimana dengan di kantor/perusahaan/lembaga bisnis Anda? Seberapa ber-karakter dan ber-kompetensinya Anda sebagai mentor dan coach di perusahaan Anda?

Kami hadir mau membantu Anda menjadi Coach handal yang berkarakter empati dan ber-kompetensi professional dengan teknik-teknik coaching sederhana tapi akurat untuk melatih tim Anda dimanapun dan kapanpun. Dengan bantuan fotokarakter dan “Hand Book for Coaching” Anda bisa semakin ahli sebagai coach untuk semua kelompok usia dan profesi.

How to coach your children, and your team at work? How to lead The Y and Z Generation in your coorporate?

Your partner have just come : 
IC7 Academy – call : 0812-8403-4622

INERTIA

INERTIA

(Lawanlah keenganan untuk berubah)

Written by Santoso S. Hutabarat, S.Si, CBC, CLS, M.Th

Istilah Inertia mungkin bukan istilah yang umum, tetapi istilah ini menggambarkan tentang fenomena kemauan atau tidak untuk mengalami perubahan yang positif. Arti inertia adalah sebagai suatu kecenderungan untuk tetap dalam kondisi tertentu tanpa perubahan, seakan mempunyai keengganan untuk bergerak atau bertindak (Kamus Webster’s New World Dictionary). Dalam ilmu fisika, inertia mengacu pada kondisi suatu benda untuk tetap pada saat istirahat jika memang istirahat atau jika bergerak, terus bergerak dengan arah yang sama, kecuali dipengaruhi oleh kekuatan atau stimulan dari luar. Dengan kata lain, inertia tidak berarti kekurangan gerakan, hanya saja kurang perubahan.

Secara pribadi setiap orang ingin meraih sesuatu atau banyak hal dalam hidupnya dengan kualitas yang terbaik. Beranjak dari masa lalu ke masa depan adalah satu pola pikir perubahan. Manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang komplek dan dinamis. Bukan sekedar itu, manusia sesungguhnya diberikan Sang Pencipta satu kekuatan untuk berkuasa (memiliki kuasa) untuk melakukan perubahan. Daya perubahan itu yang menjadikan setiap orang mampu mengubah dirinya dan mengubah segala hal diluar dirinya. Tetapi realitas tidak sedikit orang berada di dalam situasi dan kondisi tetap alias tidak atau enggan untuk melakukan perubahan atau mengubah diri sendiri dan orang lain. Inilah bibit penyakit yang harus diatasi sepanjang masa kehidupan.

Dalam satu organisasi, inertia menjadi penyakit kronis yang sangat berbahaya. Apakah itu satu rumah tangga, sekolah atau perusahaan dan berbagai bentuk organisasi lainnya. Dalam satu rumah tangga, status yang statis atau tetap atau begitu-begitu aja dapat terjadi. Misal secara ekonomi, mungkin kepala rumah tangga sudah bekerja belasan tahu tetapi, ekonomi keluarga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Sebutlah ketidakmampuan membeli rumah pribadi atau kendaraan bermotor, anak-anak sepertinya tidak berpeluang untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah yang terbaik (ya… di sekolah yang alakadarnya saja). Kondisi ini tentu tidak nyaman dan pasti menggangu stabilitas rumah tangga. Jikalau kasus ini tidak dilihat sebagai penyakit kronis, ya mungkin hanya sebatas penyakit flu, yang dapat diatasi dengan minum air putih dan istirahat, maka inertia akan terjadi.

Dalam satu perusahaan, inertia menyebabkan kemandegan usaha, dimana mengakibatkan potensi kebangkrutan. Dewasa ini fenomena “desruptif” atau kegoncangan yang terjadi dalam industri perdagangan dunia. Sebutlah telah terjadi metode perdagangan dari metode konvensional dengan sistem pemasaran yang sangat teoritis dan terbatas kepada metode pemasaran produk secara cepat dan menghabiskan biaya yang relatif murah (freemium) yang dikenal dengan nama digital marketing alias pemasan online. Menurut pakar perubahan industri , ini disebut dengan revolusi industri dari konsep industri 3.0 kepada industri 4.0, yang akrab dengan penggunaan cyber phisical atau penggunaan teknologi internet. Era industri 3.0 yang sudah kental menggunakan sistem otomatisasi (sebisa mungkin pekerjaan yang dikerjakan oleh sistem robotic di), sudah mengubah wajah industri perdagangan dunia, ditambah lagi di era industri 4.0, akan semakin mengedepankan teknologi yang efektif, efisien dan produktif yang sangat membantu distribusi produk dan jasa kepada sebanyak mungkin konsumen. Tidak sedikit dampak yang terjadi terhadap perusahaan-perusahaan besar yang berusia puluhan tahun dan dikenal sudah mapan, mengidap inertia di masa perubahan industri perdagangan ini. Banyak yang runtuh dan hilang, ada juga yang berserah kepada perusahaan lain untuk dipinang dan dikawini atau ada juga perusahaan yang hilang identitasnya (dahulu di awal berdirinya memiliki visi, misi dan nilai-nilai atau budaya perusahaan yang sangat baik dan membudaya dalam kehidupan level direksi sampai karyawan), sehingga mau ga mau menerima identitas baru. Inertia adalah satu kata yang menggambarkan keengganan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Menurut Paulus Bambang W, ada 3 sumber inertia yang patut diwaspadai oleh pemegang saham (Share holders) dan pimpinan puncak perusahaan (Stake Holders) :

  1. Relationship Trap (Perangkap pertemanan). Ketidakmauan untuk lepas dari jeratan ‘principal’ ataun ‘main distributor’ karena alasan sudah lama bermitra sekalipun produk atau jasa yang dihasilkan sudah berada di titik kebangkrutan atau lenyap.
  1. Technology Trap (Perangkap teknologi). Tekonologi produksi barang atau jasa yang bersifat ‘absolute” atau terkesan tidak bisa lagi diubah karena pertimbangan kebutuhan biaya yang sangat tinggi untuk mengubahnya, seperti industri tekstil masa kini.
  1. Leadership Trap (Perangkap kepemimpinan)Banyak terjadi dalam perusahaan yang sudah berusia lebih dari satu generasi 930-40 tahun). Pemimpin yang muncul sampai di puncak saat ini karena pertumbuhan dari level terbawah organisasi atau yang membangun mulai dari nol. Kondisi ini sering menyebabkan pertumbuhan usaha berhenti karena kemampuan pemimpin yang sudah mencapai tahap ‘level of incompetence’. Hal ini tidak berarti mereka bodoh, tapi gaya kepemimpinan sudah tidak cocok lagi atau tidak relevan lagi di era persaingan saat ini di dalam masa revolusi industri 4.0. Tetapi jangan salah! Yang diganti bukan hanya pribadi atau orangnya tetapi kompetensinya juga harus yang relevan dengan saat ini.

Demikian juga dalam bidang pendidikan. Sistem pendidikan secara umum yang sudah dibangun ratusan tahun silam, dirancang untuk pekerjaan di pabrik. Anak-anak dididik dengan setumpuk tugas dan mengatur kehidupan mereka dengan dering lonceng. Sepanjang hari murida tidak melakukan apapun selain mengikuti petunjuk guru. Di sekolah murid dihargai sebatas jikalau murid melakukan apa yang diberitahu atau diperintahkan oleh guru. Keberhasilan mereka ditentukan oleh sejumlah instruksi dan melakukan persis apa yang diberitahukan. Inilah konsep kerja pabrik yang diterapkan dalam dunia pendidikan formal. Di era modern ini, manusia dituntur untuk kreatif dan inovatif serta cekatan (Fast and focus) dalam bekerja.

Inertia begitu kuat dalam sistem pendidikan masa kini. Sekalipun memang sudah mulai muncul kesadaran dari pelaku pendidikan dan orangtua akan keunikan dan kekuatan talenta anak yang ditunjukkan dengan munculnya komunitas –komunitas belajar informal yang dirasa cukup dapat mengakomodir gaya belajar, keunikan dan kecerdasan anak yang beragam yang alhasil mampu memfasilitas lahirnya talenta-talenta yang luar biasa. Tapi, gerakan ini masih sangat langka dan belum teroganisir dengan baik dan rapi.

Dalam rumah tangga, inertia menjadi kesempatan menikmati kenyamanan tak produktif alias status quo alias zona kenyamanan. Paham warisan leluhur yang pernah saya dengar dan simpan di otak saya yakni bahwa sukses adalah selalu diukurkan pada 3 hal yakni pencapaian pendidikan yang memadai, pekerjaan yang berpenghasilan relatif tinggi, dan memiliki keluarga yang terkesan “harus memiliki anak”. Pesan leluhur ini memang baik dan patut dilestarikan. Tetapi jikalau menjadi pakem dari satu generasi ke generasi, maka akan menimbulkan konflik internal generasi yang tidak relevan dengan perubahan zaman. Proteksi yang berlebihan dan kendali tali kuda delman yang kuat dipegang oleh orang tua, membuat kreativitas dan inovasi anak ter-kebiri dan menjadi mandul prestasi. Orangtua yang mewarisi petuah pendahulunya , diteruskan kepada anak, bahkan bisa sampai ke cucu , cicit bahkan ke generasi 5 dan seterusnya.

Perhatikanlah ilustrasi Populasi Dinosaurus yang sudah punah ribuan tahun silam. Mengapa populasi dinosaurus punah? Sederhana saja jawabanya saya, yakni karena mereka tidak mampu berubah ketika zaman berubah. Alhasil “dinosaurus membatu” alias tinggal monumen dan bahan ajar buat manusia masa kini dan masa depan. Keluarga yang tinggal di zona kenyamanan alias penjara kecil, akan tinggal kenangan.Kasihan, untuk anak-anak dan cucu-cucu yang hidup tetapi mati. Pengkebirian potensi diri telah terjadi sehingga lahirlah generasi asing di tengah zaman baru ini.

 

Kabar Baik

            Kabar baiknya adalah bahwa manusia bukanlah robot, tetapi makhluk hidup yang dinamis dan kreatif karena desain Sang Pencipta bahwa manusia adalah Penguasa Kecil yang dikendalikan oleh Penguasa agung yang diperlengkapi dengan talenta unik dan bersifat eksplosif (memiliki daya ledakan perubahan). Sebagai makhluk teristimewa dari yang lain, manusia menjadi yang berada di garis depan dalam pembangunan bumi menuju yang terbaik. Menjadi pelopor-pelopor baru dalam berbagai bidang kehidupan, dalam rumah tangga, pendidikan, perusahaan atau bisnis dan bahkan semua bidang kehidupan.

Talenta adalah kekuasaan (Talents is power) untuk memimpin perubahan dari waktu ke waktu sehingga menutup semua kesempatan terjadinya inertia. Ketika manusia bertalenta bertindak, maka tidak akan ada lagi status quo dalam studi, tidak ada lagi status quo dalam keluarga dan tidak ada lagi status quo dalam karir. Talenta yang hidup bukan saja menghidupi seseorang, tetapi juga akan menghidupi banyak orang (membuka lapangan kerja, mencetak anak-anak didik yang senang belajar dan produktif bahkan kreatif selalu, kepemimpinan rumah tangga yang memiliki jiwa kebapaan, managarial dan kepemimpinan yang visioner dalam keluarga dan penjaga nilai-nilai luhur).

Saatnya untuk mematikan keingina inertia. Saatnya bersiap untuk satu ledakan perubahan yang positif.

Salam Radical Talents

RADICAL TALENTS 2019

3 penyebab umum cita-cita tidak sesuai dengan realita

1. Ketidakmampuan

Tak bisa dipungkiri untuk mengejar profesi yang menjadi cita-cita kadang mengharuskan seseorang belajar di jenjang pendidikan tertentu. Tapi tau kan Gan kalau kadang, keadaan ekonomi bisa mempengaruhi hal tersebut. Ente pengen jadi dokter tapi untuk bisa sekolah kedokteran tentu butuh uang besar. Alhasil ente harus rela melepas mimpi yang tak bisa ente jangkau ini. Selain kemampuan finansial, kemampuan dari segi fisik dan skill pun bisa mempengaruhi. Pengennya jadi pilot, tapi ente gak bisa mencapai itu semua karena ternyata dinyatakan buta warna.

2. Minat dan ketertarikan berubah

Sebagian orang justru tidak memiliki pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita disaat kecil karena seiring berjalannya waktu minat dan ketertarikan mereka berubah.

3. Pengaruh keluarga 

Terkadang bagi sebagian orang, pengaruh keluarga yang cukup dominan bisa mempengaruhi pilihan pekerjaan yang mereka miliki. Misalnya aja cita-cita jadi wirausaha, tapi keluarga justru menentang dan mengarahkan Agan jadi PNS sehingga Agan harus melepas pekerjaan impian ente sendiri.

Catatan :
Taukah kamu gan bahwa ternyata tidak banyak orang yang berhasil bekerja sesuai dengan cita-citanya. Dalam survei yang dirilis oleh Linkedin, disebutkan bahwa ternyata hanya 13 persen profesional muda yang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan apa yang mereka impikan di masa kecil. 29 persen responden mengaku bahwa pekerjaan saat ini masih ada kaitannya dengan cita-cita masa kecil mereka. sementara 60 persen mengatakan pekerjaan sekarang sama sekali berbeda dengan impian masa kecil. 

Survei ini dilakukan pada 1000 responden dengan kategori pelajar 16-23 tahun dan profesional muda berusia 25-36 tahun yang memiliki pengalaman kerja dua tahun. Masing-masing kategori berjumlah 500 responden.

(Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/5976e710c2cb1725268b4568/berapa-banyak-sih-orang-yang-bekerja-sesuai-cita-cita/)

Partner Masa depan Anak Muda : RADICAL TALENTS 2019

Masa depan setiap orang adalah satu kepastian. Persoalannya adalah seperti apa pemahaman setiap orang akan kualitas kepastian masa depannya. Sesungguhnya di dalam alam bawa sadar manusia, terkandung pesan masa depan yang pasti baik dan proporsional. Baik dan proporsional memiliki makna bahwa setiap orang memiliki takdir sukses selama hidup. Sekali lagi saya sebut “Takdir Sukses”. Takdir sukses adalah ketetapan untuk menjadi berhasil dalam pencapaian tujuan hidup unik dalam setiap orang.

“The Success Roadmap”, adalah peta perjalanan sejak dalam kandungan sampai kematian seseorang. Sesungguhnya di dalam kandungan Sang Ibu, setiap bayi membawa peta perjalanan sukses. Hal ini tentu belum dipahami dengan sangat baik. Pesan Bijak “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”adalah ungkapan seorang pemazmur dalam kitab Suci yang cukup membantu untuk mengungkap misteri masa depan yang penuh dengan kepastian untuk setiap orang.

Salah satu alat bantu untuk membongkar misteri sukses setiap orang adalah membongkar keluar “Radical Talents” dalam diri setiap orang. “Radical Talents” atau talenta yang radikal memiliki makna bahwa setiap orang memiliki keunikan diri yang menjadi aset diri untuk meraih takdir sukses menuju masa depan yang pasti. Menemukan, mengenal, menggali, menarik keluar dan melatih serta menggunakan talenta adalah langkah perjalanan sukses panjang namun pasti untuk diraih.

“RADICAL TALENTS” hadir se:bagai Rumah Talenta yang memiliki tiga sistem sederhana yakni

  1. Perspective             : menggali bakat sukses melalui sistem  fotokarakterplus & konsultasi untuk kontruksi                bakat.
  2. Focus                      : menarik keluar kekuatan dan keunikan diri untuk kristalisasi peremajaan bakat
  3. Build up to future : Menyusun peta perjalanan sukses melalui konsultasi dan mentoring berkala dengan berdasarkan hasil penilaian pribadi secara komprehensif dengan teknologi fotokarakter plus.

TARGET : Usia 12 tahun ke atas (twelve year ago above)

Informasi dan reservasi dapat dilakukan melalui formmulir di bawah ini :

FROM 20 TO 65 YEARS OLD : DO YOU LOVE YOUR JOB?

Bekerja adalah potensi dasar manusia. Bekerja dengan mudah (easy), menyenangkan (enjoyful) dan produktif (Productively) adalah dilakukan oleh manusia yang memiliki hasrat yang sangat kuat(passion). Manusia ber-hasrat hati yang sangat kuat akan menciptakan dunia kerja yang bukan sekedar menghasilkan uang , tetapi menciptakan kolam uang bagi banyak orang. Musuh terbesar dalam diri pekerja adalah membenci pekerjaannya. Tapi ironisnya banyak orang karena punya motivasi keuangan , rela bekerja dengan pekerjaan yang dibencinya. Jika hal ini terjadi selama 40 – 50 tahun, apakah yang terjadi dalam diri Anda? Bagaimana dampaknya bagi keluarga Anda? Bagaimana kualitas hidup Anda?

Video ini salah satu nasehat buat kita.

 

Salah satu peluang untuk Anda :

https://insancemerlang7.wordpress.com/business-corner/

PRODUKTIVITAS KERJA BUKAN SEGALANYA (Santoso S. Hutabarat, S.Si, CBC, CLS)

Satu refleksi diri untuk menjadi karyawan super bahagia

Berdasarkan sebuah studi juga menunjukkan kalau orang Amerika Serikat (AS) lebih memiliki alasan untuk stres. Apalagi jam kerjanya lebih panjang ketimbang Eropa mencapai 19 persen lebih sedikit. Founder the Workplace Therapist Brandon Smith menyatakan karyawan bahagia lebih penting untuk menciptakan lingkungan baik di tempat dirinya bekerja. Ia menilai kalau emosi tersebut dapat menular.

“Mereka tidak seperti menguap tetapi virus. Mengingat bagaimana kebahagiaan dan frustasi begitu menyebar cepat melalui tempat kerja oleh karena itu setiap atasan harus lebih waspada. Kebahagiaan memungkinkan seseorang untuk memiliki lebih banyak daya tahan, dan perlu “bahan bakar” untuk menjalankan pekerjaan itu,” ujar Smith.

Ketika mengukur kepuasan dan kesejahteraan karyawang begitu penting, Ed Frauenheim, Direktur Great Placet to Work, konsultan sumber daya manusia menuturkan, kalau produktivitas bukan menjadi satu-satunya yang terbaik.

Ia menuturkan, ketika robot menggantikan tugas kerja para manusia maka produktivitas menjadi sebuah pengukur yang usang untuk menilai kinerja karyawan. Ia menuturkan, hal yang belum terukur saat ini yaitu passion, kreativitas dan kolaborasi. “Potensi manusia adalah sebuah sesuatu yang besar,” kata dia.

(Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/2916302/karyawan-bahagia-picu-produktivitas-lebih-tinggi)

Kutipan satu artikel di atas bukanlah satu-satunya yang mengupas tentang kebahagian diri seorang karyawan (atasan) dalam menggeluti karirnya. Artinya tema Bahagia dalam karir  menjadi idaman banyak orang yang melabelkan dirinya sebagai karyawan atau pimpinan perusahaan. Tidak terkecuali mereka yang memiliki usaha sendiri (Self employ/System business – Konsep Robert Kiyosaki). Sementara di pihak perusahaan , pencapaian demi pencapaian yang maksimal adalah selalu menjadi target dalam tiap periode waktu kerja. Target demi target yang ditetapkan perusahaan bisa saja terkesan lebih berpihak pada perusahaan dan semua pemilik atau level manajemen, sedangkan pihak pelaksanam khususnya karyawan harus diminta untuk menyenangi target bisnis perusahaan yang ditetapkan dengan segala macam trik dalam bentuk pertemuan-pertemuan strategi bisnis dan aksi. Karyawan harus bergerak maju terlepas personal karyawan menyenangi atau tidak tanggung jawab masing-masing. Ya..syukur kalau seorang karyawan merasa cocok antara profil karakter dan kompetensi dirinya dengan job profile pekerjaan yang ditentukan atasan. Tapi, bagaimana jika tidak terjadi kesesuaian diantara keduanya?

Artikel di atas menyebutkan bahwa produktivitas karyawan bisa menjadi alat ukur yang using, jika dibandingkan dengan kinerja kerja sebuah robot yang “tak berperasaan bahagia” tetapi selalu bisa dan mau mengerjakan tugas sang komandan, hingga hasil yang dicapai maksimal. Namun, tidak bisa dipungkiri, manusia adalah manusia, memiliki keunikan dan keunggulan yang tidak ada duanya. Tetapi mengapa produktivitas kerja cenderung sukit untuk diraih? Perhatikanlah apa kata artikel di atas : Ia menuturkan, hal yang belum terukur saat ini yaitu passion, kreativitas dan kolaborasi. “Potensi manusia adalah sebuah sesuatu yang besar,” kata dia.

Passion, kreativitas dan kolaborasi adalah karakter-karakter manusia. Ketiga karakter tersebut dan karakter-karakter positif pada manusia adalah Mainstream Character (karakter utama dan unik) yang tersimpan kuat dalam natur manusia. Namun tidak sedikit yang belum terekspresi dengan sempurna. Malah sebaliknya Mainstream Character melenceng sehingga muncul ketidakurasian karakter sehari-hari, termasuk dalam pengembanan karir atau bisnis. Contoh, ingin bekerja sesuai passion, terjebak pada ambisi diri; ingin kreatif tetapi kenyataannya kuran kreatif yang menghasilkan “monotonisme” ritme kerja yang jadi membosankan atau terlalu kreatif, jadi kebablasan ide dan aksi yang liar tak terkendali; kolaborasi yang minim jadi individual atau terlaku kolaboratif, jadi kurang bisa ekspresif dalam keunggulan talenta dan bisa terjebak menjadi seorang yang menggantungkan diri pada atasan atau rekam kerja (maaf istilahnya “parasit dalam tim”).

Jadi bagaimana bisa mencapai kebahagiaan seorang karyawan (atasan)? Ada 3 kunci untuk Anda mampu meraih kebahagiaan dalam karir Anda, yakni

  1. Temukan Mainstream Character (karakter utama dan unik).

Karakter adalah kekuatan untuk mampu berespon benar dan dewasa dalam diri seseorang, ketika menghadapi tekanan atau mendapatkan pujian (award  and rewards). Hal ini menjadi sangat penting, jikalau Anda menyadari bahwa sangat diperlukan kompetensi (keahlian) untuk mengerjakan dengan cermat satu jenis pekerjaan, maka karakter adalah “penjaga hati” tetap benar yang akan mempertahankan kerja kompetensi Anda tetap pada jalurnya hingga mencapai dan bertahan di puncak kesuksesan Anda pada masa tertentu. Karakter yang dimiliki seseorang, jika cocok dengan jon description yang diemban maka, karyawan pasti bahagia di hati dan pikiran sehingga menjadi efektif, efisien dan produktif bekerja.

Idealisme kebahagiaan lahir dari hati. Passion bekerja harus muncul dari dalam diri sehingga menjadi motivasi ulung seseorang (Inner motivation effect). Motivasi diri muncul dari hati. Karakter positif hadir untuk menjaga hati manusia tetap benar dan dewasa untuk menyikapi situasi dan kondisi dunia kerja Anda.

  1. Kelola Karakter Utama Anda

Manajemen karakter adalah pekerja induk yang melahirkan kabahagiaan dan produktivitas kerja. Jika salah mengenal karakter utama Anda, maka salahlah pengelolaannya. Ketika salah dalam pengelolaan karakter Anda, maka penyakit stress menjadi bulan-bulanan karyawan. Jika tidak dikelola maka stress akan naik kelas menjadi depresi. Wow.. waspadalah!!

Jadi bagaimana mengelola karakter utama Anda?

Anda harus mengenal 3 hal yang membangunkan diri Anda untuk berespon yang disebut sebagai stimulant, yakni stimulan Barang (B), Orang (O) dan Situasi (S), yang biasa disingkat BOS. Ketiga stimulan hadir menjadi sparing partner Anda setiap saat. Sederhananya, jika Anda mengalami kehilangan atau kerusakan barang yang Anda pakai dalam pekerjaan Anda, bagaimana respon Anda (Barang)? Jika Anda sedang konflik dengan orang-orang yang seringkali berinteraksi dengan Anda (Orang)? Bagaimana respon Anda dan bagaimana respon Anda jika suasana dan sistem kerja (Situasi) jika tidak berpihak pada hati Anda dan berpengaruh pada kegagalan pencapaian target Anda? Semua dijawab dengan kemauan belajar berespon benar dan dewasa.

  1. Tetapkan dan “kawinlah” dengan target Anda

Kebahagiaan adalah bahan bakar diri Anda untuk mencapai target hidup Anda. Tidak ada orang yang hanya mau bahagia dalam hidupnya tanpa target yang jelas

Ilmu manajemen mengajarkan prinsip penetapan target adalah bagian dari Perencanaan masa depan dengan prinsip “SMART Planning”.

SMART

S = SpecificKhusus , memiliki fokus yang jelas dan tunggal ddalam timeframe kerja tertentu.

M = Measurabledapat diukur dengan ukuran waktu yang ditentukan manajemen Energi (talenta, waktu dan biaya) dan kualitas (pencapaian).

A = Attainabledapat dicapai, dengan komitmen karakter dan kompetensi yang bekerja dengan ekselen.

R = Reasonableberalasan, yang positif dan bermakna tinggi bagi kemajuan Anda. Untuk apa Anda bekerja/bisnis adalah menjadi tenaga pendorong alur kerja yang produktif, apakah alasan impian pribadi, keluarga, uang, posisi atau ketenaran atau yang lain untuk kemanusiaan/sosial?

T = Timeframe tabel waktu yang jelas dengan berbagai macam aktivitas yang harus mendukung proses pencapaian target (tidak berlebihan atau tidak kekurangan program).

Jadi, ayo… menjadi bahagia adalah keputusan Anda. Menjadi produktif adalah akibat jika Anda berbahagia dalam mengerjakan karir atau bisnis Anda. Jadilah bijak memutuskannya! Salam Bahagia Sejati.

THE RESPONDING PARENTING – Santoso Hutabarat, S.Si, CBC, CLS

Keluhan yang seringkali muncul pada  orangtua adalah :

  • Anak sulit diatur
  • Anak tidak taat pada orangtua
  • Anak tidak mau belajar
  • Anak protes tidak mau mengerjakan apa yang diminta orangtua
  • Anak berdiam diri 1001 gaya
  • Dan banyak lagi lainnya

Disadari atau tidak, orangtua semakin mahir menjadi penilai dan juri untuk anak-anak mereka. Tetapi seringkali cara demikian kurang berhasil dan sebaliknya mempermainkan emosi papa dan mama dengan reaksi marah dan agresif atau sebaliknya berdiam diri atau membiarkan perilaku anak berkembang begitu saja.

Mari berpikir sejenak, “Apakah Anda sebagai orangtua pernah menjadi anak-anak?”  Jawab saja : “ya tentu pernah”. Masa kecil manusia dengan segala macam bentuk pola asuh (Parenting system) akan membentuk pola pikir, pola rasa, kehendak dan perilaku di masa remaja menuju masa dewasa. Banyak ahli mengatakan masa kanak-kanak yang sangat menentukan perkembanyang sehat menuju kedewasaan adalah di masa usia emas (Golden Ages) yakni usia 5-12 tahun. Artinya masa kelembutan hati atau istilah saya “Meekness” ada di periode ini. “Meekness” artinya  kelemahlembutan adalah kebalikan dari ketegasan diri dan kepentingan diri sendiri. Itu berasal dari kepercayaan pada kebaikan dan kendali Tuhan atas situasi. Orang yang lembut tidak sibuk dengan diri sama sekali. Dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai karakter rendah-hati, lemah-lembut, sopan. Arti sederhananya Kelemahlembutan adalah karakter yang mau belajar terus menerus. Wow, tentu ini saat-saat sangat menentukan perkembangan kehidupan anak secara menyeluruh. Jika orangtua tidak memahami arti dan dampak masa keemasan anak (Golden Ages) maka kanak-kanak berpotensi besar untuk mengalami disintegrasi diri (ketidakutuhan jati diri atau gambar diri-sel images).

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks dan dinamis. Dinamisasi yang sangat kompleks ditunjukkan dengan gambar berikut :

HABITS, atau kebiasaan adalah produk dari pikiran seseorang (Cognitive). Apa saja yang manusia pikirkan adalah bahan baku terbentuknya Kebiasaan hidup. Supaya pikiran menjadi hidup begelora, diperlukan emosi (Affective). Ketika Pikiran dan emosi bersatu, maka terbentuklah Kehendak (WILL). Kehendak yang sudah terbentuk akan menjadi motor penggerak seseorang untuk melakukan apa yang dipikirkannya (Psycomotor). Ketika tindakan dilakukan berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu, maka terbentuklah Kebiasaan (Habits).

Jikalau disederhanakan hanya ada 2 macam pikiran yakni pikiran positif atau bermakna dan pikiran negatif atau menyesatkan. Semua bentuk pemikiran tersebut tersimpan sangat baik di dalam otak bawah sadar manusia (subconscious mind). Otak bawah sadar atau pikiran bawah sadar ternyata telah dibuktikan  sebagai penggerak manusia dalam berprilaku sebesar 88 %. Siapakah kita, “siapakah saya” adalah berbicara tentang cara pandang seseorang anak terhadap dirinya. Untuk anak-anak bisa menilai siapa dirinya diperlukan bantuan orangtua yang memiliki cara pandang yang benar terhadap dirinya sendiri. Orangtua yang memiliki citra diri yang benar akan sangat mudah menuntun anak-anaknya menemukan citra dirinya yang benar. Istilah “ada guru, anak murid” adalah hal yang diperlukan.

Namun, dalam perjalanan pengasuhan anak (Children nurturing), tidak sedikit orantua mengalami kesulitan memberikan pengasuhan yang terbaik. Apakah penghalangnya? Survei membuktikan bahwa kebanyakan orangtua memberikan 2 label (Labelling) yakni kepada diri sendiri dan anak-anak. Labelling adalah istilah dalam bidang ilmu perilaku manusia dimana, kekuatan pola perilaku selalu menjadi tolak ukur dengan menutup diri untuk belajar berubah semakin baik, sementara itu titik kritis perilaku manusia dapat menjadi kekuatan jikalau seseorang memiliki keinginan (Strong Will) untuk belajar meresponi orang lain dan situasi (The Responding Technique) sehingga keterbatasan diri untuk meraih pertumbuhan dan perkembangan diri dapat diterobos. Demikianlah halnya pada anak-anak , bahwa mereka tidak dapat dibatasi oleh penilaian orangtua (terutama jika orangtua memberikan motivasi negatif – “Jika kamu malas belajar, maka kamu  akan dikurung di kamar mandi”, tentu kebanyakan anak akan mengikuti keinginan orangtua karena takut dihukum).  Labelling Technique sangat membatasi potensi diri anak untuk diekspresikan, tetapi dengan Responding Techniquesemua potensi diri anak akan sangat terfasilitasi untuk diekspresikan. Bukan hanya mampu, anak menjadi aman dan nyaman untuk berekspresi (Secure expression).

Teknik Responding Parenting  adalah satu metode pengasuhan yang dikerjakan dengan 3 pendekatan secara terintegrasi yakni :

  1. Pengenalan jiwa yang sehat (pada orang tua dan anak), yang dibentuk oleh 3 unsur yakni sense of belonging (rasa dimiliki), sense of worthines (rasa kelayakan) dan sense of competence (rasa berkemampuan).
  2. Pola pengasuhan (Parenting History) di usia 5-12 dan 12-21 tahun.
  3. Refleksi dari 12 Digit Personality, Character dan Temperament (The reflection of Personality, Character, Temperament) yang memberikan informasi mendasar dan dipengaruhi oleh factor hereditas/keturunan dan pola asuh di rumah. Poin ini dapat dinilai dengan alat penilaian diri (Self Assessment).

Teknik Responding Parenting hadir untuk menolong Anda sebagai orangtua mengasuh anak-anak secara efektif, efisien dan produktif, dengan cara yang sederhana dan dapat dikerjakan oleh orangtua manapun. Yuk ikutan Seminarnya :

Registrasi di sini (klik link berikut) :

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSf35l7GbpJo74CVLkomdOEhqj7nmqY2muCAUrWwAer9nicM6w/viewform?c=0&w=1&usp=mail_form_link

atau

wa ke : 0812-8403-4622

KEPUASAN IDEAL KARYAWAN – Santoso S. Hutabarat

Tentu banyak perusahaan yang berpikir bagaimana usaha kita selalu berorientasi pada kepuasan pembeli atau Customer Oriented. Hai ini dilakukan supaya perusahaan tetap menunjukkan performa yang cemerlang. Dengan demikian tentu akan meningkatkan omset dan profit bisnis perusahaan. Secara logika, kepuasan pelanggan adalah salah satu indicator positif ke-bonafid-an perusahaan tersebut. Jikalau ditelusuri lebih jauh, hulu dari kepuasan pelanggan tidak bisa terlepas dari sumber daya manusia (Manpower) yang berkualifikasi sangat sesuai dengan job profile tenaga kerja yang diminta, dari level konseptor sampai level praktisi/operator yang berkaitan dekat produk yang akan dibuat dan pasarkan.

Kemaksimalan maksimal satu produk dipengaruhi oleh selain bahan baku, yang sangat menentukan adalah kualitas Sumber daya pekerja. Right man on the right place and right culture/character, bukanlah sekedar selogan motivasi, tetapi dapat menjadi satu konsep bisnis yang produktif dan cemerlang. Mengapa? Jika seseorang memiliki karakter dan kompetensi yang sangat relevan dengan profesi atau jenis bisnis, maka ibarat, bibit jati pasti akan menghasilkan kayu jati dengan proses yang standar, maka demikianlah kesesuaian kompetensi dan karakter (talenta relevan), maka dengan sendirinya akan menghasilkan mahakarya produk yang cemerlang. Di satu sisi tenaga kerja penuh dengan keahlian, sukacita dan produktif, di sisi lain pelanggan sudah barang tentu akan mengalami kepuasan. Kepuasan sejati seorang karyawan dalam berkarir, sesungguhnya bukan karena factor eksternal dari dirinya, melainkan dari factor internal diri yakni yang saya sebut factor motivasi dalam diri (Inner motivation). Kebahagian atau kegembiraan bekerja yang terbaik dan konsisten datangnya dari inner motivation. Inner motivation terbentuk dari pola pikir (Mindset) yang benar. Satu pola pikir yang mendasari kepuasan bekerja adalah bagaimana seseorang mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada orang lain- ibarat seorang asisten rumah tangga melayani majikannya tanpa kenal lelah dan tanpa menurunkan kualitas hasil pekerjaan dengan tetap tersenyum dan penuh hormat kepada majikannya. Pola pikir kehambaan inilah yang saya sebut sebagai landasan motivasi dari dalam diri (inr motivation). Semua orang tentu ingin dihargai , dihormati dan dilayani.

So… menjadi karyawan yang berhati hamba adalah prasyarat bagi setiap pelayan untuk bisa menghasilkan produk (jasa ataupun produk) yang berkualitas tinggi (ingredient & service) da memuaskan pelanggan. Ketika karyawan puas dengan hasil karyanya, maka pelanggan pun akan puas dengan produk yang dibeli dan dipakai. Karyawan yang bertalenta sangat relevan dengan tuntutan job profile (right man on the right place, with the right culture in the right time) yang diminta (karakter dan komptensi untuk pembuat roti , adalah mampu dan ahli membuat roti diserta karakter kehambaan, sabar, telaten dan sempurna). Jadilah karyawan yang mengalami kebahagian sejati, maka Anda akan membahagiakan pelanggan dengan kualitas kepuasan yang sejati. (IC7 Academy).

 

 

Order IC7 BISNIS :  0812-8403-4622

 

TO CREATE THE GREAT ACHIEVEMENT THROUGH THE HEALTHY SOUL

Menciptakan Pencapaian yang Gemilang melalui Jiwa yang Sehat

Kebanyakan orang menginginkan keberhasilan dalam pencapaian target diri di dalam segala bidang. Sebutlah dalam karir (Career), Kreativitas (Creativity, keluarga (Community), dan panggilan hidup (Calling) disebut 4C. Harapan yang demikian adalah sesuatu yang wajar, karena pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk meraih kecemerlangan hidup dalam berbagai bidang kehidupan.

Berkaitan dengan hal di atas, cara pandang terhadap karir (Career), Kreativitas (Creativity, keluarga (Community), dan panggilan hidup (Calling), sangat menentukan penetapan target dan kekuatan pencapaiannya. Diperlukan kemampuan berpikir kritis (Vantage Point) untuk menciptakan cara pandang yang akurat untuk meraih  kesuksesan yang akurat dan bernilai tinggi. Untuk menciptakan cara pandang yang akurat terhadap masa depan, tentu sangat berkaitan dengan kandungan pola pikir (Cognitive aspect) seseorang yang dibangun oleh banyak hal, yang dapat dirangkum dalam istilah kesehatan jiwa (Healthy Soul). Kesehatan jiwa atau jiwa yang sehat menjadi penentuk keputusan hidup karena berperan sebagai komando diri yakni pikiran. Nelson Mandela berkata : ”Aku adalah komandan bagi jiwaku”.

Jiwa yang sehat dapat diukur dalam diri seseorang yang pada ujungnya untuk menilai kualitas target dan pencapaian diri. Ada pendekatan yang bersifat integratif dari 3 elemen diri yakni

  1. Intregrasi Rasa Memiliki (Sense of belonging), Rasa menjadi layak (Sense of Worthiness) dan Rasa berkemampuan (Sense of Competence). Ekplorasi ketiga unsur tersebut akan memberikan informasi citra diri yang baik atau tidak.
  2. Healthy Parenting Methode (by Ezra-Ericson), suatu teknik ekplorasi pola asuh di masa lampau yang terkait dengan metode Parenting yang dilaksanakan.
  3. Refleksi Personaliti, Karakter & Temperamen (Reflection of Personality, Character & Temperament). Dapat ditemukan melalui personalassessment by fotokarakterplus.

Registrasi THE POWERFUL TRAINING : https://drive.google.com/open?id=1ZQ9N3wdPOIHFT9d-_KEo1sKTqLoMZXskhDPUmdrP7m4